Gambar diatas merupakan screenshot dari blog ini yang menggunakan jQuery. Sebenarnya saya tidak mempunyai keinginan untuk memasang jQuery pada blog ini, namun ketika saya menggunakan sistem threaded comment oleh Kang Ismet (yang versi 3), membuat saya untuk mau tidak mau menggunakan jQuery. Sebenarnya jQuery pada tutorial threaded comments Kang Ismet sudah dibuat agar tidak memblokir perenderan (render-blocking), namun tetap saja masih terdeteksi pada Google PageSpeed Insight. Berikut ini adalah script jQuery-nya:
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
if (typeof(jQuery) == 'undefined') {
//output the script (load it from google api)
document.write(<scr"+"ipt type=\"text/javascript\"src=\"http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.7.1/jquery.min.js\"></scr" + "ipt>");
}
//]]>
</script>
Kode diatas adalah agar jQuery termuat secara asinkron (tidak terbaca sebagai blocking-render). Namun, tetap saja jQuery-nya masih terdeteksi. Waduh....
Ketika saya mencoba untuk memuat jQuery-nya dengan script seperi dibawah ini, sebenarnya masalah sudah teratasi, tapi... Fungsi balas komentar pada formulir komentarnya malah tidak berfungsi... (Script ini sebenarnya ingin diapakan, sih?)
<script async='async' src='https://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.7.1/jquery.min.js' type='text/javascript'/>
Sebenarnya seberapa pentingnya jQuery ini untuk blog? Dari berbagai hasil di Google saya menarik kesimpulan bahwa jQuery adalah framework JavaScript yang berguna untuk menambah efek di blog. Seperti efek scroll kebawah, scroll keatas, pantulan (bounce), dan sebagainya. Tentu saja itu sangat mempengaruhi loading blog karena browser harus mengunduh file .js dari jQuery tersebut. Tentunya hal inilah yang menyebabkan terjadinya render-blocking.
Lalu Bagaimana Solusinya?
Solusinya tentu saja adalah dengan tidak menggunakan jQuery itu sendiri. Walaupun solusinya adalah dengan menghapus jQuery, namun sampai saat ini saya masih tetap mempertahankan jQuery di blog saya ini karena saya sangat menyukai threaded comments Kang Ismet. Tentunya dengan menghilangkan jQuery maka blog kita akan kehilangan banyak sekali efek-efek bagus. Tapi tentunya agar loading blog kita cepat, maka tentunya diperlukan pengorbanan yang banyak, seperti menghilangkan jQuery.
Kesimpulan...
Jquery ini seperti pedang bermata dua. Ada efek positifnya dan ada pula efek negatifnya. Positifnya adalah blog kita akan mempunyai efek-efek bagus yang sangat enak dipandang mata. Namun, sisi negatifnya adalah kita harus mengorbankan kecepatan loading blog kita yang menjadi lambat. Jadi bagi sobat yang ingin blog-nya tampil di Google, saya sarankan untuk tidak menggunakan jQuery (karena Google suka dengan situs-situs loading cepat). Tapi tergantung juga sih, jika blog sobat menggunakan jQuery tapi tidak membebani loading, sah-sah saja. Namun jika sobat ngeblog hanya untuk iseng dan kurang tertarik dengan SERP, silakan sobat pasang jQuery jika memang diperlukan.
